Tips Memilih Sensor Pom Mini Berdasarkan CPU yang digunakan

Tips memilih sensor berdasarkan penggunaan cpu mesin pom mini yang digunakan, maksud sensor disini adalah sensor water plow sensor untuk keperluan merakit sebuah mesin pom mini digital, dengan memilih berbagai jenis cpu pom mini dengan sensor yang support sehingga menghasilkan mesin pom mini yang memiliki kalibrasi pas dan awet terhadap penggunaan sensor dan komponen lainnya, sekilas penggunaan sensor sama saja pada setiap jenis mesin pom mini digital, karena memang meskioun menggunakan sensor merk apa saja bis berfungsi dan berjalan normal, namun untuk jangka panjang dan memperhitungkan kemampuan sensor maka perlu memperhatikan beberapa tip sesuai kemampuan sensor dan cpu mesin pom mini.

Bagi yang sudah lama menjalankan usaha perakitan mesin pom mini digital sudah dapat menentukan sparepart yang cocok digabungkan dalam merakit mesin, pemilihan setiap komponen sparepart bisa disesuaikan dari cpu yang digunakan, seperti pemilihan trapo power suplay dn pemilihan penggunaan sensor, hal demikian sudah menjadi kebiasaan sehari hari sehingga sangat mudah menentukan komponen jenis apda dan merk apa yang support jika digabungkan dengan cppu mesin pom mini digital rakitan.

Rangkaian cpu mesin pom mini memiliki beberapa type, tergantung papan yang digunakan pada pcb cpu yang digunakan, untuk suplay listrik yang masuk ke cpu menggunakan saringan adaftor juga memiliki beberapa adaftor dengan arus ct maupun singgel, nah disinilah anda harus jeli memperhatikan rangkaian cpu mesin pom mini, untuk lebih mudahnya membedakan antara ct dan pt atau singgel bisa dengan melihat jumlah socket pada papan pcb cpu, jika socket dc terdapat 2 socket maka dapat dipastikan itu adalah singgel dan jika dc terdapat 3 socket maka itu pasti arus ct, lalu sebenarnya apa perbedaan pt dan ct?

http://www.citrakarya.co.id/

Sedikit kami ulas tentang perbedaan secara singkat antara ct dan pt adalah CT fokus ke arus sedangkan PT fokus ke tegangan , untuk penggunaan trapo systemnya sama, hanya saja intinya trafo hanya sebagai  alat pemindah daya, secara praktis Daya pd primer = Daya pada sekunder. Pd CT arus bergantung beban primer dan ini besar sekali,ttp tegangan pada primer sangat sangat keci (antara P1 dan P2 atau K dan L jaraknya cuma beberapa sentimeter dengan penampang penghantar sangat besar). Pada sebuah sistem kelistrikan Trafo arus ( CT ) / Current transformer di gunakan untuk pengukuran arus listrik. Current Transformer hampir sama dengan VT trafo tegangan atau sering di sebut dengan ( PT) Potential Transformer, pada keduanya lebih di kenal dengan instrument transformer. Cara kerjanya pada saat arus terlalu tinggi dalam jaringan maka yang di perlukan adalah CT untuk converter pembacaan pada alat ukur jadi yang di gunakan progresif arus imbas dari hantaran dari sebuah rangkaian listrik bolak balik atau AC. Sebuah trafo arus menghasilkan conversi arus yang akurat untuk pembacaan alat ukur atau sensor safety device.

http://www.citrakarya.co.id/
Trafo non CT digunakan untuk power supply Non simetris yaitu power supply yang hanya mempunyai kutub positif dan kutub negatif saja, trafo jenis ini hanya mempunyai gulungan tunggal pada kumparan sekundernya. Trafo jenis ini biasa digunakan untuk rangkaian elektronika yang hanya membutuhkan power supply dengan 2 kutub saja serta digunakan pada rangkaian amplifier jenis dahulu yang menggunakan trafo IT dan OT, Sedangkan Trafo CT biasa digunakan untuk membuat rangkaian power supply simetris gelombang penuh seperti yang kebanyakan dipakai untuk amplifier jaman sekarang yang menggunakan kutub positif, netral, dan negatif. Trafo CT di tandai dengan tanda CT.
Sekilas tentang perbedaan arus tersebut, yang akan di bahas sesuai judul adalah penggunaan sensor yang support dalam jangka panjang pada penggunaan cpu mesin pom mini, jika  anda menggunakan cpu dengan trapo ct maka sebaiknya gunakan sensor yang sangat handal, rekomendasi gunakan sensor aichi japan yang mampu bertahan dengan 12 v pada cpu, biasanya lebih tahan lama dan kalibrasi takaran bisa lebih pas, hindari menggunakan sensor dengan merk tak dikenal untuk cpu yang suply listrik 12 v.

http://www.citrakarya.co.id/

Pada CPU pom mini yang di bawah 12 v maka bisa menggunakan berbagai jenis sensor dan bisa bertahan lama juga, penggunaan setiap sensor sebetulnya tidak bermasalah, namun untuk jangka panjang jika anda menggunakan mesin pom mini maka dalam jangka 6 bulan kadang sudah terdapat masalah pada sensor mati dan sebagainya, untuk mengatasi masalah tersebut cobalah menggunakan sparepart pom mini hususnya bagian sensor dengan memperhatikan v pada cpu, untuk cpu yang di pasang socket jumper maka anda tinggal memindahkan jumper dari 12 v ke 6 v atau ke 9 volt, dan jika tidak terdapat jumper maka bisa merubahnya dengan mengganti solder jalur jika anda tidak meu mengganti pada bagian sensornya.

Akhir kata semoga bermanfaat.

Jika postingan Citra Karya bermanfaat,daripada bolak balik buka website kami silahkan berlangganan melalui email: